18
Feb

Kapan Anda Harus Membayar Tukang Borongan Anda

Saat ini sudah mulai berkembang tren dimana pemilik rumah melakukan renovasi rumahnya dengan sistem borong. Dimana yang dilakukan adalah sistem borong upah atau tenaga.Kisarannya pun bermacam-macam yang ada saat ini.

 

Ada yang mematok harga 450.000/m2 ada yang sampai 750.000/m2.  Hal ini sah-sah saja , namun bila anda adalah orang yang benar-benar buta mengenai masalah teknik ataupun manajemen proyek pasti dihadapkan pada suatu masalah. Apakah harga tersebut sudah sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan. Apakah saya rugi/ apakah saya untung. Lalu bagaimana saya mengalokasikan biaya tersebut terhadap durasi waktu yang ada. apakah bayar DP dulu apakah pembayaran berikutnya dilakukan ditengah-tengah proyek? kapan momennya? Berapa besarnya. Hal ini yang kadang jadi permasalahan utama. Karena pemilik tidak tahu antara keseimbangan progres pekerjaan yang berjalan dibanding dengan progres uang yang dikeluarkan.

Disinilah perencanaan dan pengawasan memegang peranan yang sangat penting. Perencanaan dari sisi teknis seperti gambar desain bangunan, konstruksi dan lainnya akan memudahkan pekerja untuk menjalankan tugasnya tanpa tersendat. Karena bagi pekerja borongan upah tersendat berarti pengeluaran biaya bagi mereka. Lalu Perencanaan RAB tadi memegang peranan yang ckup penting. karena RAB mebuat kita tahu apakah sebanding nilai yang kita berikan ke pekerja borongan tersebut? Lalu RAB juga menjadi dasar untuk dibuatkan schedule anggaran yang disesuaikan dengan durasi waktu yang telah ditentukan. Mintalah bantuan pada perencana anda untuk ikut mangawasi jalannya pekerjaan proyek Anda. Agar dapat memonitor pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan baik dari segi teknis maupun non teknis.

Gambar tabel disamping/ diatas adalah rencana jadwal pengeluaran uang untuk pekerja borongan upah. Dimana dengan biaya upah 705.000/m2 dengan lama atau durasi pekerjaan selama 4bulan diperoleh kebutuhan anggran pembayaran upah borong di masing masing bulannya dan diperoleh keterangan pekerjaan-pekerjaan apa saja yang mestinya sudah dicapai berdasar nilai biaya yang dikeluarkan.

 

 

Demikian ulasan dari saya , bagi anda yang selama ini kebingungan mengenai sistem pembayaran upah borong. Sebenarnya ini hanya salah satu cara dari banyaknya sistem atau model yang bisa dilakukan . Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan semoga bisa membantu

Salam Hangat

Didit Adityo